Number One Online Volume 1 Chapter 15

Guild TYO vs Monster Boss Dragon Whale | Pesta

“Stun terus monster boss Dragon Whalenya! Jangan biarkan dia bergerak sedetikpun!” Teriak Zetokrenz.

“Ingat sebelum darahnya sampai setengah bar, segera konsumsi item anti racun dan anti paralyzed. Felya support dengan skill-mu Magical Support HP and MP Full Team Area dan skill Anti Bad Effect!” seru Zetokrenz. “Yang lain terus serang seperti biasanya. Dan NataQueen Summon Monster Raja Laut!”

“Perintahkan Raja Laut mengeluarkan skill Tusukan Petir Raja Laut”

Semua anggota Guild TYO sudah meminum potion anti listrik.

8 Anggota terbaik Guild TYO pun memainkan peran mereka di garis depan.

Tyo mengeluarkan skill channeling-nya untuk menyama-ratakan HP dan MP team.

“[Channeling] Release Skill!”

Pertarungan tak sesulit dugaan. Karena Zetokrenz sudah membaca buku tentang ‘Cara Menghadapi Boss Monster Dragon Whale di Dalam Air!’

Pertarungan pun berakhir muda.

Dan semua mendapatkan hadiah quest yang menarik.

Zetokrenz juga mendapat item langka yakni, Heart of Dragon Whale yang belum diketahui fungsinya meski menggunakan skill Detection, karena Zetokrenz belum sempat mengupgrade skill deteksi miliknya.

Merekapun menuju Markas Gedung Organisasi Serikat Misi untuk menunjukkan bukti surat misi yang telah mereka selesaikan.

Hadiah besar pun telah menanti dan dibagi secara adil. Sesuai kinerja masing-masing.

Seusai menerima reward masing-masing. Felya pun mengusulkan untuk mengadakan pesta perayaan atas kemenangan kali ini. Semua setuju termasuk Zetokrenz.

Di Markas dua milik Guild TYO yang biasa diadakan untuk banyak hal, para anggota membuat masakan dengan Skill Cooking milik mereka. Kepala Chef saat itu adalah Felya dan Wakilnya NataQueen, sesama perempuan yang mengetuai pembuatan masakan dibantu Geron dan Lemone yang ternyata jago masak juga.

Setelah masakan siap dan yang lainnya sudah mendekor ruangan biar meriah, atas saran dari Rzqee, dia menyarankan pada Zetokrenz untuk mangajak player lain bergabung untuk berpesta bersama Guild TYO. Semua pun menyetujuinya.

Dalam hati Zetokrenz berpikir, “Semoga tak ada kejadian buruk dengan diundangnya gamer lain ke acara party malam ini!”

Pesta pun dimulai, semua member Guild TYO sudah di dalam ruangan. Rzqee, menjadi penerima tamu sambil mencatat job, level dan menerima sejumlah RP agar bisa memasuki ruangan pesta Guild TYO, karena Rzqee pun termasuk Anggota Pengelola yang juga bertugas sebagai pengecek khusus kebutuhan Guild Party, sekalipun Zetokrenz juga bisa mengecek sendiri dengan metode sistem game yang memudahkan melihat keuangan dan Bank multifungsi yang bisa dicek semua member. Namun Rzqee-lah yang diberikan tugas sebagai Bendahara untuk mengambil dan membagikan uang maupun item dan sebagainya, kepada Anggota Biasa sampai Anggota Pemula.

Setelah ramai, semua pun berpesta ria. Lemone, memeriahkan acara dengan menyanyi sambil menari di depan semuanya. Suasana begitu ceriah dan bahagia.

Tiba-tiba terjadi kericuhan dari lokasi Rzqee, karena seorang gamer tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan karena masih level 12.

“Ada apa ini?” Tanya Zetokrenz pada Rzqee.

“Dia masih level 12 jadi aku tak mengizinkannya masuk. Lagipula uangnya masih kurang 1 Gold 24 RP. Harga tarif yang ku pasang adalah 10 Gold 100 RP!”

“Biarkan dia masuk! Aku yang akan membayarnya.” Ucap Zetokrenz.

“Ta-tapi Leader??”

“Tak ada tapi-tapian, biar saja dia bergabung dan mengikuti pesta bersama kita. Kita juga pernah melewati level 12 seperti dia kan?! Jadi tak usah terlalu memikirkan uang. Cinta uang akar kejahatan kau tahu! Biarkan semua masuk dan member yang telah membayar, uangnya tak perlu dikembalikan. Uangnya buatmu saja!”

“Oke baiklah. Terimakasih kak Zetokrenz.” Balas Rzqee, “Lumayan lah dapat banyak pemasukan.” Seru Rzqee dalam hati.

“Terima kasih tuan Zetokrenz seru pemuda yang masih level 12 tersebut.”

“Bolehkah aku selfie denganmu?” tanya gamer newbie yang ternyata bernama Ianoa itu.

“Boleh Ianoa!“ seru Zetokrenz memperbolehkan.

“Eh? Bagaimana kak tahu namaku?”

“Aku punya skill khusus untuk mengetahuinya.”

Ianoa pun mengikuti pesta malam itu dengan senang dan ceria.

Seusai itu Zetokrenz berpamitan dan kembali ke real life.

Sudah jam 11. Prasta Peruru kemudian memesan makanan lewat GoFood.

Sambil memasak mie goreng instan dengan telur setengah matang dan menyiapkan air putih hangat.

Memakannya dengan begitu lahap, karena rasa makanan dalam dunia game sangat berbeda dengan makanan di dunia nyata. Sehabis menyantap itu, pesanan dari GoFood akhirnya datang. Makanan kali ini yang dibelinya adalah Pizza dari Pizza Hot Delivery.

Setelah memakan semuanya sendiri. Prasta memutuskan untuk tidur dan memberi pesan di website www.tyo.org bahwa besok dia takkan online seharian. Jadi, Zetokrenz meminta Felya dan Geron dan Anggota Pengelola lainnya untuk mengurus Guild dan bebas melakukan party atau melawan monster individual dan lain sebagainya.

Malam yang terasa melelahkan, Prasta terbangun di jam 5:59 AM (UTC+07.00) dan membuat secangkir kopi dan air putih hangat.

Zetokrenz pun memutuskan untuk olah raga lari pagi sambil membawa Smartphone milik pribadinya bermerk Unityo versi 4.4.0 dan headphonenya berupa Timeswalk Orz Nirkabel CSR. Pakaian olahraganya lengkap, seperti baju basket, kemudian celana panjang dan sepatu running bermerk Nike yang ada system informasi teknologinya. Juga smartwatch Xiaomi Mi Band 14 ditangan kirinya, kacamata elektroniknya dan kalung yang sudah dimasukan alat pelacak dengan berlian kecil sebelah kanan dan ada tulisan Doa Bapa Kami dalam bahasa Ibrani.

Zetokrenz pun mulai berlari sambil bermain game Smartphone AI Pokemon Go, lari sambil menangkap Pokemon langka.

Begitulah keseharian Zetokrenz, dalam 1 Minggu, 5 hari Zetokrenz bermain penuh. Sabtu, dia berolahraga. Dan pada hari Minggu dia pergi ke Gereja untuk beribadah. Di usianya yang sudah pertengahan kepala dua, Zetokrenz aka Prasta Peruru masih saja single.

Tanpa memusingkan hal itu, Prasta terus berlari dan menikmati indahnya alam.

Sesaat sedang berlari, Prasta melihat wanita yang sepertinya tidak asing baginya. Wanita tersebut berlari sambil membawa anjing kecilnya ras Cihuahua dilihat dari bentuknya.

Prasta ingat semasa kecil dia punya satu anjing dan bermain bersama Kakaknya dan dirinya. Sayangnya anjing tersebut tertabrak mobil dan meninggal. Kakak Prasta menangis histeris terhadap hewan peliharaan kesayangannya. Prasta hanya terdiam dan berkata kepada Mama dan Papanya. “Prasta juga nangis kan, Ma, Pa??”

Peristiwa tersebut membuat Orangtua kami agar tidak memelihara pelirahaan lagi, entah itu anjing, kucing atau apapun.

Sedang adik Prasta yang kuliah hukum di luar negeri, mempunyai hewan peliharaan di tempat tinggalnya.

Kakak Prasta sendiri tak diketahui keberadaannya bersama suaminya. Karena Prasta saat ingin menghubungi mereka, selalu saja sibuk. Ya, kakak Prasta telah menikah dengan suami orang Indonesia daerah Nusa Tenggara.

Sambil terus berlari dan meminum air putih yang dibawanya, Prasta melihat para pemain Bola Basket jalanan dan meminta bergabung ingin bermain bersama. Mereka pun menerimanya dan bermain Bola Basket bersama.

Ternyata Prasta jago juga bermain basket, karena pernah masuk tim basket sejak SMP sampai kuliah S1. Prasta cuti kuliah saat mau kuliah S2 Magister Komputer.

Mereka semua pun saling berkenalan dan jadi teman baru Prasta.

Mereka mengundang Prasta untuk bermain bersama apabila ada waktu dilain kesempatan. Dan diiyakan olehnya.

***

Leave A Comment

Recommended Posts